Bulan September merupakan bulan yang spesial bagi gereja Indonesia. Ini adalah bulan Alkitab, Gereja mengajak kita untuk lebih dekat dengan Firman Tuhan. Setiap paroki, setiap sekolah Katolik menyelenggarakan banyak kegiatan tentang Sabda Tuhan. Oleh karena itu, pada hari Senin tanggal 2 September kami mengawali dengan perayaan Sabda dan doa di kapel dengan beberapa siswa memberikan presentasi di setiap kelas, sedangkan para guru dan anak-anak lainnya berjajar menerima Alkitab di luar sekolah dengan lagu-lagu yang berhubungan dengan Firman Tuhan. Kutipan yang diberikan M. Aurelie kepada kami dan yang menghidupkan perayaan tersebut adalah: 1 Tawarikh 15, Daud membawa tabut itu ke Yerusalem , beliau mengajak para siswa untuk menyadari dampak Firman Tuhan dalam kehidupan, menyoroti pentingnya kegembiraan, musik, dalam menyembah Tuhan dalam Firman-Nya.
Untuk memberi warna pada acara ini di bulan September kami akan melakukan kegiatan seperti membaca Alkitab, lagu atau ucapan tentang firman Tuhan dan permainan Alkitab untuk membantu anak-anak mencintai Alkitab dan mendekatkan diri kepada Yesus.



Pada tanggal 3 hingga 6 September 2024, Paus Fransiskus mengunjungi Indonesia
Bulan ini juga mempunyai perhatian khusus terhadap Gereja khususnya sejarah Gereja Katolik Indonesia karena alasan lain. Pada tanggal 3 hingga 6 September, seluruh masyarakat Indonesia bergembira atas kunjungan Bapa Suci, Paus Fransiskus. Ini merupakan kegembiraan yang besar karena ini adalah kali ketiga Paus mengunjungi tanah kami. Pada tanggal 3 jam 12 siang, ketika pesawat niaga yang membawa Paus Fransiskus mendarat di Bandara Internasional Jakarta, bersama dengan mereka yang hadir di bandara tersebut, para guru dan siswa di sekolah kami pun ikut bersorak kegirangan dan bernyanyi dengan penuh semangat. Viva il papa, selamat datang di Indonesia!”, sebuah lagu nasional dan spesial untuk acara penuh kegembiraan ini. Sekolah ini telah muncul di surat kabar provinsi pada saat yang penuh kegembiraan ini, dengan para siswa dan guru kami bernyanyi untuk Paus. Kunjungan ke tanah kami bertema: Iman, Persaudaraan dan Kasih Sayang. Topik ini diterima dengan sangat baik oleh agama-agama lain yang kita tinggali di Indonesia. Pada hari-hari itu kita semua mengikuti kegiatan, pesan dan seluruh peristiwa kunjungan Pastoral Paus. Pada tanggal 6 kami mengucapkan selamat tinggal padanya dengan penuh kegembiraan. Kehadirannya tidak hanya menandai Gereja Katolik, tetapi juga seluruh umat. Hal ini terlihat dari komentar-komentar di berita, baik dari masyarakat maupun dari para politisi. Yang menjadi ciri khas masyarakat adalah kesederhanaan teladan hidupnya, bahasa persaudaraannya, dan harapannya terhadap keberagaman budaya di Indonesia. Kami berdoa semoga kunjungan ini membawa harapan dan kehidupan bagi masyarakat Indonesia.






