Di Chennai (India) kami merayakan hari raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, hari libur kami, bersama para religius di paroki kami, tetangga dan teman-teman kami. Misa khidmat dimulai pada pukul 11:30 pagi. Meskipun sebagian besar tetangga kami beragama Hindu, mereka juga ikut serta dalam Ekaristi Kudus. Pemimpin perayaan Misa adalah asisten pastor paroki kami, Pdt. Estheppan...
Di Chennai (India) kami merayakannya Hari Raya Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda, hari libur kami, bersama umat paroki kami, tetangga dan teman kami. Misa khidmat dimulai pada pukul 11:30 pagi. Meskipun sebagian besar tetangga kami beragama Hindu, mereka juga ikut serta dalam Ekaristi Kudus. Pemimpin perayaan Misa adalah asisten pastor paroki kami, Pdt. Estheppan. Dalam homilinya, imam berbicara tentang kemurnian, kekudusan dan ketersediaan Maria. Beliau menyebutkan bahwa “kita dipanggil untuk mengikuti teladan Maria dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita harus selalu siap untuk melakukan Kehendak Tuhan dalam segala keadaan kehidupan kita seperti yang dilakukan Maria.” Saat memperbaharui nazar, Beliau menyebutkan bahwa sebagai umat beragama kita harus siap menghadapi segala kesulitan yang kita hadapi di jalan kita dan setia pada nazar kita. Setelah misa, semua orang yang datang bergabung bersama kami untuk makan bersama. Pesta itu penuh dengan kegembiraan dan kebahagiaan.








